Ruhut sebut sudah seharusnya ketua DPR diserahkan ke PDIP

Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul menyebut akan ada ganjaran yang perlu di terima oleh Ketua DPR Setya Novanto serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon sesudah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atas dugaan pelanggaran kode etik lantaran menghadiri kampanye akan calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump.

Ganjaran itu, kata Ruhut, berbentuk pengocokan lagi pimpinan DPR yang bakal dikerjakan oleh Koalisi Indonesia Hebat (KIH) berbarengan dengan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

 " Itu menyakitkan kita momen di Amerika. Ada hasrat itu (kocok lagi pimpinan DPR) yang saya dengar. Terlebih telah bergabungnya PAN. Zulkifli Hasan (Ketua MPR) dia aman. Termasuk juga kami, Demokrat yang aman di dalam, " kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9).

Menurut Ruhut, pengocokan lagi pimpinan DPR bisa dikerjakan tanpa ada mesti membuat revisi UU perihal MPR, DPR, DPD serta DPRD. Terlebih, sekarang ini, KIH kuasai sebagian besar kursi di parlemen dengan menambahnya kemampuan dari PAN yang sudah berhimpun dengan pemerintah.

 " Kembalikan saja ke (PDI Perjuangan) juga sebagai pemenang pemilu, dia yang jadi bos (Ketua DPR), " tutur Ruhut.

Lebih jauh, Juru Bicara Partai Demokrat ini menyayangkan, sikap pimpinan DPR sekarang ini yg tidak dapat melindungi keyakinan lantaran sudah dipilih juga sebagai pimpinan Parlemen.

 " Jabatan itu tak kekal. Syukurlah yang telah di beri keyakinan. Ingin jabatan menteri, Ketua DPR, jabatan di TNI/Polri itu tak kekal, " tandas dia.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment