Anggota DPR berencana menaikkan gaji Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Karena, besaran gaji pemimpin negara masih tetap kalah dari gaji seorang direktur utama BUMN.
Wakil Presiden Juiceuf Kalla membetulkan upah yang di terima termasuk juga yang kecil, apabila dibanding dengan upah pemimpin negara yang lain. " Memanglah upah presiden serta menteri di Indonesia, termasuk juga yang paling kecil di banyak negara. Meskipun bukanlah yang paling kecil jugalah, " kata JK, di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (16/9/2015).
Sekarang ini upah seseorang wakil presiden, lanjut JK, cuma ada di kisaran Rp 40 juta. Sesaat, upah menteri seputar Rp 20 juta. Besaran upah itu dikira kurang untuk menutupi keperluan seseorang pejabat tinggi negara.
" Namun juga kita animo beberapa petinggi kita, menteri yang upahnya cuma kurang Rp 20 juta, saya Rp 40 juta namun kan ada mobil, rumah kan gitu, " tutur dia.
Meski demikian, JK menyatakan, sekarang ini bukanlah saat yang pas untuk menambah upah. Karena, situasi ekonomi dalam negeri serta global tengah kurang baik.
" Namun bila ingin dinaikkan kita saksikan keadaanlah. Bila memanglah ekonomi baik ya pastilah, namun bila ekonomi tidak baik ya janganlah dahulu. Bila ekonomi telah naik sedikit bolehlah, " tandas JK.
Politisi PDIP Tagoer Abubakar pada awal mulanya mengusulkan kenaikan upah Presiden Joko Widodo. Karena, upah seseorang kepala negara serta kepala pemerintahan tak semakin besar dari upah direktur BUMN.
" Gaji itu diukur berdasarkan tanggung jawab serta kewenangan. Jadi, saya lihat di negeri ini, upah Presiden cuma Rp 62 juta. Sementara itu, penghasilan direktur utama BUMN dan yang lain Rp 200 hingga Rp 500 juta, " kata Tagoer di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 15 September lalu.

Gaji nya mmg kecil tp sabetan nya yg mantap
ReplyDelete