Capres Partai Republik Sebut Muslim Tak Bisa Jadi Presiden AS

WASHINGTON - Calon presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) 2016 dari Partai Republik, Ben Carson, mengatakan seorang Muslim tak bisa dipilih menjadi Presiden Amerika. Menurutnya, Islam bertentangan dengan Konstitusi AS.
 
Komentar Carson itu nampak dalam suatu wawancara program “Meet The Press” di NBC yang ditayangkan pada hari Minggu saat AS. ”Saya akan tidak menyarankan bahwa kita meletakkan seseorang Muslim yang bertanggungjawab pada bangsa ini, ” kata Carson. " Saya betul-betul tak sepakat dengan itu, ” tuturnya lagi.
 
Komentar Carson dikritik grup paling besar pembela hak-hak sipil Muslim di AS, yakni  " Council on American-Islamic Relations ".
 
”Bagi saya (dia) ini betul-betul bermakna ia tak penuhi prasyarat untuk jadi presiden Amerika Serikat, ” kata juru bicara grup itu, Ibrahim Hooper, seperti diambil AP, Senin (21/9/2015). ”Anda tak dapat menahan penyiaran serta ketika yang sama menyampaikan Anda bakal mewakili kebanyakan orang Amerika, dari seluruhnya agama serta seluruhnya latar belakang, ” lanjut Hooper.
 
Hooper menyampaikan Konstitusi AS dengan cara tegas melarang pemakaian unsur agama dalam kampanye mencari jabatan umum.
 
Dalam tampilan yang terpisah di NBC, salah satu Capres AS saingan Carson yang juga dari Partai Republik, John Kasich (Gubernur Ohio), di tanya apakah dia bakal mempunyai permasalahan dengan Muslim di Gedung Putih.
 
 " Untuk saya, hal yang paling utama untuk jadi presiden yaitu Anda mempunyai ketrampilan kepemimpinan, Anda ketahui apa yang Anda kerjakan serta Anda bisa menolong melakukan perbaikan negeri ini serta memajukan negara ini. Itu yaitu kualifikasi yang utama untuk saya, ” katanya.
 
Senator asal Texas, Ted Cruz, turut mengkritik pernyataan kontroversial Carson. ”Konstitusi mengambil keputusan bahwa akan tidak ada tes agama untuk jabatan umum, serta saya seseorang konstitusionalis, ” katanya.
 
Komentar Carson nampak sesudah Capres AS dari Partai Republik Donald Trump pada minggu lantas juga berasumsi Presiden Barack Obama seseorang Muslim. Trump menyatakan bahwa dia tak mempunyai keharusan untuk membela Obama.
 
Tetapi, Trump mengemukakan, ada perbedaan antar-semua Muslim baik di Amerika maupun ditempat lain. ”Saya mempunyai rekan yang Muslim, mereka orang-orang hebat, orang-orang luar biasa, ” kata Trump.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment