Bandung - Nama Adang Joppy Lili (58) baru muncul sebagai korban tragedi crane di Masjidil Haram. Sebelumnya, keluarga sempat risau dan melakukan penelusuran sendiri hingga pada akhirnya mendapatkan kepastian.
Adang berada di Makkah bersama istrinya, Herma Sarimaya. Akan tetapi waktu peristiwa, mereka tengah terpisah lantaran wanita serta laki-laki tidak sama ruang ibadahnya. Adang sedang menunggu salat magrib di depan Ka'bah sembari tawaf serta zikir. Sementara istrinya ada di masjid.
Tidak lama sesudah momen memilukan itu berlangsung, istri Adang sempat melakukan pencarian, tetapi tidak berhasil. Begitu juga waktu mendatangi rumah sakit.
" Ya Allah bila memang ayah saya takdirnya wafat disana, saya ikhlas. Namun bila tidak, saya minta selekasnya dipertemukan dengan ibu saya, " jelas Yoga Hermana (27), anak pertama Adang dirumah duka di Cicadas, Bandung, Jawa barat, Minggu (13/9/2015).
Pencarian keluarga dari Jakarta juga tidak segera membawa hasil, hingga pada akhirnya memperoleh info dari Kementerian Agama tadi pagi.
" Hingga jam 01. 00 WIB malam kita minta berita belum ada. Hingga jam 13. 00 siang waktu Arab Saudi juga belum ada
nama korban. Baru jam 06. 00 WIB pagi ada berita dari crisis center. Tuturnya Adang Joppy salah satu korban, " sambungnya.
Yoga pernah menanyakan kemungkinan jenazah ayahnya dibawa ke Indonesia. Tetapi nyatanya tak biasa. Sesuai ketentuan, semua jenazah dimakamkan di Saudi. " Ya udahlah, mau bagaimana lagi. Saya sih telah ikhlas, " paparnya.
Adang Joppy masuk kloter 16 dari Bekasi. Bersama sang istri, mereka pergi pada tanggal 27 Agustus 2015. Keluarga terakhir melakukan kontak pada sehari saat sebelum peristiwa. Waktu itu, guru SMAN 8 Bandung itu kirim pesan singkat meminta dijemput pada tanggal 4 atau 5 Oktober 2015 kelak.
" Tidak ada firasat apa-apa. Ayah juga kayanya telah ikhlas seluruhnya, hanya katakan nitip ade (anak ke-2 Adang, Adinda Nurilahsari) saja, " tutur Yoga.
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

0 comments:
Post a Comment