Jakarta - Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus penembakan kantor Kementerian ESDM Ditjen Ketenagalistrikan di Jl HR Rasuna Said, Jaksel pada Kamis (10/9). Ada 6 orang saksi yang sudah diperiksa.
" Saksinya sudah 6 yang diperiksa, terus setiap hari dan setiap waktu kita coba untuk menelusuri, " papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal di arena car free day, Jl MH Thamrin, Jakpus, Minggu (13/9/2015).
Selain memeriksa saksi, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) juga menganalisa proyektil peluru yang ditembakkan ke ruangan staf khusus menteri ESDM, Widyawan Prawiraatmadja, termasuk juga pecahan kaca. Tim Polda juga mengecek rekaman kamera CCTV yang ada di seputar tempat peristiwa untuk mencari tahu pelaku penembakan
" Intinya kita bekerja intensif untuk berupaya membuka masalah ini, " tutur Iqbal.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian pada awal mulanya menyampaikan, pelaku disangka menembakkan peluru dari jarak 40 mtr. dari jalan layang Casablanca.
Dari jarak 40 mtr. itu, pelaku sambung Tito, disangka memakai senjata type pistol. Dari riset proyektil yang diketemukan, peluru dilontarkan dari pistol rakitan.
Stafsus Widhyawan pernah mengira penembakan dikerjakan dengan maksud berikan 'pesan' untuk kementerian ESDM. " Ada orang yang ingin kirim 'pesan'. Mungkin saja tidak sukai dengan pembenahan yang dikerjakan oleh Pak Sudirman Said, " tutur Widhyawan
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

0 comments:
Post a Comment