Ketika Mensos 'Merayu' Siswa-siswa SD agar Mau Mengerjakan PR

Semarang - Kejadian lucu terjadi ketika Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berinteraksi dengan siswa SD di sela lauching program Desa Sejahtera Mandiri Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kholifah membujuk puluhan siswa-siswa yang dengan lantang mengakui tak suka mengerjakan PR.

Waktu itu Mensos memberi sambutan saat sebelum menabuh bedug peresmian. Ia menegur warga serta tak ketinggalan beberapa puluh siswa SD yang turut duduk di barisan kursi belakang. Beberapa siswa itu pada awal mulanya menyongsong Mensos di tepi jalan membawa bendera kecil.

Awalannya Khofifah menegur serta ajukan pertanyaan apakah beberapa siswa itu pernah membolos ke sekolah. Sesuai sama harapan, mereka menjawab tak pernah membolos. Tetapi saat di tanya masalah Pekerjaan Rumah (PR) nyatanya mereka menjawab untuk pilih tak kerjakan PR.

 " Bila ada PR ditangani tak? " bertanya Khofifah.

 " Tidaaaak, " jawab beberapa siswa kompak diikuti tawa tamu yang ada.

Khofifah juga tak kuasa menahan tawa, tetapi ia lalu berupaya untuk berikan pengertian pada beberapa siswa SD itu. Mensos sempat juga menghimbau pada kepala desa setempat, Lungguh W supaya menyisir warganya yang memiliki hak memperoleh Kartu Indonesia Pandai. Pada beberapa siswa, Khofifah menyampaikan kartu itu dapat menolong mereka jadi pandai.

 " Ingin pinter tak? Bila ada PR ditangani tak? " bertanya Kofifah lagi.

 " Tidaaaak, " jawab mereka bahkan juga ada yang sembari melambaikan tangan.

 " Saya mohon ayah ibu guru, ini PR ayah ibu guru, " tambah Khofifah 1/2 tertawa.

Tak menyerah, Khofifah berupaya merayu dengan memulai ceritanya saat bertandang ke China sekian waktu lalu. Ia bercerita siswa sekolah di China rata-rata serius meniti pendidikan bahkan juga ikhlas pulang sampai jam 22. 00. Khofifah lalu mengaitkan dengan efek untuk perekonomian China yang berkembang karena kegigihan warganya menuntut pengetahuan mulai sejak sekolah.

 " Anak-anak, bu Khofifah itu tempo hari dari China, disana siswanya pulang jam 10 malam. Maka dari itu saat ini ekonominya tumbuh lantaran murid-muridnya belajar serius. Kalay ingin Desa Ngrawan berkembang, anakan-anak sekolahnya tak bisa bolos, ya. Sepakat? " tandas Khofifah.

 " Sepakat, " jawab mereka.

 " Bila ada PR ditangani sepakat tak? " tanyanya lagi.

 " Sepakat, " tutur beberapa Siswa.

Jawaban beberapa siswa itu pada akhirnya bikin Mensos senang serta ia kembali melanjutkan sambutannya. Dalam sambutannya, Mensos menuturkan masalah " Kartu Sakti " yakni Kartu Indonesia Pandai, Kartu Indonesia Sehat, serta Kartu Keluarga Sejahtera.

Mensos lalu menabuh bedug untuk melauching program Desa Sejahtera Mandiri. Selanjutnya khofifah lakukan penempatan batu pertama untuk rumah tak layak huni (Rutilahu) milik Sukiyem (64), Seorang nenek yang tinggal sendirian di rumahnya yang nyaris roboh.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment