Tagih Utang, Pria Ini Tembak Kepala Saudara Pakai Pistol Air Gun

Bandung - Aksi koboi diperagakan Reza Mubarak (38). Dia nekat menembak kepala dan pipi Deni Nugraha yang tak lain saudaranya menggunakan replika pistol laras pendek tipe air gun. Pelaku berdalih kesal lantaran korban ikut campur masalah utang piutang. 

Polisi meringkus Reza saat ada di kediamannya, kawasan Arcamanik, Kota Bandung, setelah Deni melaporkan insiden penembakan itu ke Polsek Cicendo. " Pelaku ini sok jagoan. Korban luka di kepala akibat ditembak air gun. Bahkan, peluru gotri bersarang di dekat telinga korban, " kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (12/9/2015). 

Dia menegaskan, penyalahgunaan air gun sama bahayanya dengan senjata api. Apabila jarak tembak sekitar lima sampai sepuluh meter ke arah badan, kata Yoyol, gotri tembakan senjata angin itu dapat berdampak fatal. 

 " Seandainya ditembakan mengenai mata bisa mengalami kebutaan, " ucap Yoyol. 
Hasil pemeriksaan sementara, Reza diduga pernah melubangi kaca dua mobil di lokasi berbeda di Bandung memakai air gun. Sejauh ini polisi belum bisa menunjukkan senjata tersebut digunakan Reza untuk melancarkan aksi pencurian. Yoyol menjelaskan, Reza benar-benar gampang tersulut emosi. 

 " Kalau lagi kesal dan tidak suka dengan seseorang, pelaku seenaknya iseng menembakan senjata air gun, " kata Yoyol. 

Polisi menyita barang bukti di antaranya berupa dua replika pistol air gun tersebut magazin, dua gas CO2, satu dus diisi lima tabung CO2 serta 112 butir gotri. " Dua unit air gun punya pelaku ini tak mempunyai izin, " kata Yoyol. 
Reza bercerita pada saat berselisih dengan Deni di Jalan Kebon Kawung, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, pada Senin 7 September 2015 lantas. Pria lajang ini akan mengambil uang utang beberapa proyek bangunan yang mengendap sebesar Rp 700 juta. 

 " Saya serta korban itu masih tetap saudara. Korban saat itu ikut serta waktu saya menagih utang ke bosnya. Jadi korban bawa samurai, " tutur Reza. 

 " Saya jengkelselalu spontan saja mengeluarkan air gun. Selalu jelastidak saya tidak dapat gunakan air gun, jadi nembaknya sembarangan, " papar pria berpostur tinggi tegap ini memberikan

Diakuinya mulai sejak delapan bln. lantas beli dua pistol air gun seharga Rp 1 juta per unit di Kemang, Jakarta. Reza menyanggah senjata beresiko itu untuk mengakibatkan kerusakan serta lakukan perampokan. Hanya iseng saja mempunyai air gun. Buat style-gayaan, " ucap Reza. 

Reza diganjar Pasal 351 (2) KUHPidana perihal Penganiayaan serta UU Darurat No 12 Th. 1951. Dia terancam hukuman optimal lima th. penjara. Polisi masih tetap selalu memahami pernyataan pelaku.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment