Hingga 31 Agustus 2015, berbelanja negara mencapai Rp 1. 054, 2 triliun. Itu sebesar 53, 1 % dari keseluruhan belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 sebesar Rp 1. 984, 1 triliun.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan, dari keseluruhan realisasi berbelanja biaya itu, komponen berbelanja Kementerian Instansi (K/L) sudah terealisasi sebesar Rp 320, 7 triliun atau 40, 3 %.
Terdaftar K/L dengan realisasi pencairan anggara paling besar dengan cara persentase yaitu Kementerian Sosial yaitu 64, 7 % serta Kementerian Pendidikan sebesar 60, 9 %.
" Terbesar memanglah Kementerian Pendidikan itu untuk Kartu Indonesia Pandai (KIP) serta Kementerian Sosial. Jadi umumnya yaitu untuk pertolongan sosial, " kata Bambang di kantornya, Jakarta, Kamis (17/9).
Tersebut realisasi berbelanja K/L sampai 31 Agustus 2015 yang dikumpulkan Kementerian Keuangan :
1. Kementerian Sosial Rp 14, 5 triliun atau sebesar 64, 7 persen
2. Polri Rp 34, 8 triliun atau sebesar 60, 9 persen
3. Kementerian Keuangan Rp 15, 3 triliun atau sebesar 59, 6 persen
4. Kementerian Kesehatan Rp 28, 3 triliun atau sebesar 55, 2 persen
5. Kementerian Pertahanan Rp 53, 6 triliun atau sebesar 52, 4 persen
6. Kemendikbud Rp 23, 7 triliun atau sebesar 44, 5 persen
7. Kementerian Hukum serta HAM Rp 4, 9 triliun atau sebesar 43, 4 persen
8. Kementerian Agama Rp 25, 7 triliun atau sebesar 42, 7 persen
9. Kementerian Pertanian Rp 12, 4 triliun atau sebesar 37, 9 persen
10. Kemenristek serta Pendidikan Tinggi Rp 15, 5 triliun atau sebesar 35, 5 persen
11. Kementerian PU serta Perumahan Rakyat Rp 33, 5 triliun atau sebesar 28, 3 persen
12. Kementerian Kelautan serta Perikanan Rp 3 triliun atau sebesar 28, 2 persen
13. Kementerian Perhubungan Rp 9, 8 triliun atau sebesat 15, 1 persen
14. Kementerian ESDM Rp 2, 2 triliun atau sebesat 14, 9 persen
15. Kementerian Desa, PDT serta Transmigrasi Rp 500 miliar atau sebesar 5, 7 %
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

0 comments:
Post a Comment